Ikatan kimia terbentuk antaratom atau
antar molekul untuk mencapai kestabilan dengan susunan elektron terluar
seperti gas mulia.
A. Jenis Iktan Kimia
1. Ikatan Ion
Ikatan ion adalah ikatan antaratom yang melepas elektron (atom unsur
logam) dan menangkap elektron (atom unsur nonlogam). Ikatan ion juga terjadi
antara ion positif dan ion negatif. Sifat-sifat ikatan ion yaitu :
·
Mempunyai titik didih dan titik leleh
tinggi
·
Pada suhu kamar berwujud padat
·
Dalam keadaan larutan dan lelehan
dapat menghantarkan arus listrik
2. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama
pasangan elektron oleh dua atom yang berikatan. Berdasarkan bentuk ikatannya,
ikatan kovalen terdiri atas ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua,
ikatan kovalen rangkap tiga, dan ikatan kovalen koordinasi. Berdasarkan jenisnya,
ikatan kovalen polar dan nonpolar. Sifat-sifat ikatan kovalen yaitu :
·
Mempunyai titik didih dan titik leleh
rendah
·
Pada suhu kamar berwujud padat, cair,
maupun gas
· Dalam keadaan lelehan tidak
dapat menghantarkan arus listrik(bersifat isolator)
3. Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi akibat
interaksi antar ion logam dengan elektron yang bergerak bebas.
· Mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi
· Pada suhu kamar berwujud padat
· Mengkilap
· Penghantar listrik dan panas yang baik
· Mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi
· Pada suhu kamar berwujud padat
· Mengkilap
· Penghantar listrik dan panas yang baik
4. Ikatan Hidrogen
Ikatan
yang terjadi antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen.
Ikatan hidrogen disebabkan oleh gaya Tarik-menarik antara atom H dari molekul
yang satu dengan atom molekul lain yang sangat elektronegatif (F,O, atau N). Zat
yang membentuk ikatan hidrogen mempunyai titik didih dan titik leleh sangat
tinggi. Contoh senyawa yang memiliki ikatan hidrogen yaitu HF, H2O,
dan NH3.
B. Faktor Geometri
1.
Jari-jari atomik dan ionik
Ada
beberapa jenis jari-jari atom yaitu jari-jari logam, kovalen, dan ionik. Jari-jari
logam secara eksperimen merupakan separuh jarak antar inti atom. Sedangkan jari-jari
kovalen secara eksperimen mendefinisikan separuh jarak atom logam antara dua
atom yang sama terikat secara bersama oleh ikatan kovalen. Kemudian jari-jari ionik
berkaitan dengan jarak antara 2 inti yang terhubung oleh ikatan eletrostatik
antara kation dan anion masing-masing unsur.
Jari-jari ionik
2. Entalpi Kisi
Siklus
Born-Haber adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menganalisi energi reaksi.
Untuk memutuskan ion-ion bebas dari kisi membutuhkan energy yang besar. Nilai dari
energy kisi bergantung pada kekuatan ikatan ion. Kekuatan ion berkaitan erat
dengan ukuran dan muatan ion.
3. Tetapan Madelug
Energi
Potensial Coulomb total antar ion dalam senyawa ionic yang terdiri atas ion A
dan ion B adalah penjumlahan energi potensial Coulumb interaksi ion individual.
Karena lokasi ion-ion dalam Kristal ditentukan oleh tipe struktur potensial
Coulomb total antar ion dihitung dengan menetukan jarak antar ion d. A adalah
Tetapan Madelung yang khas untuk tiap kristal.
4.
Struktur Kristal Logam
·
Body Centered Cubic (BCC)
·
Face Centered Cubic (FCC)
·
Hexagonal Close Packed (HCP)
5. Kristal Ionik
Sturktur
dasar Kristal ion adalah ion yang lebih besar (biasanya anion) membentuk
susunan terjejal dan ion yang lebih kecil (biasanya kation) masuk kedalam
lubang oktahedral atau tetrahedral di antara anion.
6. Aturan Jari-jari
Anion
membentuk koordinasi polyhedral disekeliling kation. Jari-jari rX adalah separuh sisi polihedral
dan jarak kation di pusat polihedral ke sudut polihedral adalah jumlah jari-jari kation dan
anion rX + rM.
Jarak dari pusat ke sudut polihedral yaitu √3rX, √2 rX dan ½√6rX
1. Muatan Inti Efektif
Muatan inti yang dirasakan oleh elektron valensi suatu atom dengan nomor
atom Z akan lebih kecil dari muatan inti Ze. Konstanta Perisai (s) dan muatan inti netto disebut Muatan Inti Efektif (Zeff).
Persamaan :
Zeff=Z - s
2. Energi Ionisasi (Ei)
Energi
Ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari
atom dalam fase gas (g).
Pesamaan : Ei1< Ei2< Ei3
3. Afinitas Elektron
Negatif
entalpi penangkapan oleh atom dalam fase gas.
Afinitas dapat dianggap sebagai entalpi ionisasi anion
A(=-∆Heg)
4.
Ke-Elektronegatifan
· L.Pauling
Ke-Elektronegatifan
merupakan parameter paling fundamental yang mengungkapkan secara numeric kecenderungan
atom untuk menarik elektron dalam molekul.
· A.L. Allerd dan E.G. Rochow
Keelektronegatifan merupakan medan listrik di permukaan atom. Mereka menambahkan
konstanta untuk membuat keelektronegatifan mereka dekat dengan nilai Pauling.
· R. Mulliken
Keelektronegatifan
sebagai rata-rata energi ionisasi dan afinitas elektron.
5. Orbital Molekul
Syarat pembentukan orbital :
·
Cuping orbital atom penyusunnya cocok
untuk tumpang tindih
·
Tanda positif atau negative cuping
yang bertumpang tindih sama
·
Tingkat energi orbital-orbital
atomnya dekat
Sumber:
Erna Tri Wulandari, Annik Qurniawati, Risha Rahmawati. 2018. Buku Detik Detik UN Kimia untuk SMA/MA. PT Intan Pariwara









